Nasi Putih (Basmathi), Dalca, Sambal dan Ayam Goreng; Time:11.30 am - 1.30 pm, Setiap Hari Bekerja; Mulai:11/7/2011
Telah kembali mulai 17/10/2011 dan akan menemui anda di kebanyakan bandar utama.

Saturday, May 7, 2011

Malu Bertanya Sesat Jalan…

Maksud Hadis: "Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian"

Maknanya amat jelas. Iaitu agama tidak turut campur dalam urusan-urusan manusia yang didorong oleh naluri dan keperluan duniawinya. Kecuali jika telah terjadi sikap berlebihan, mengurangi atau penyimpangan. Dan agama akan turut campur tangan untuk mengaitkan seluruh gerak manusia yang bersifat nalurian atau biasa dengan tujuan-tujuan Rabbaniah yang luhur serta akhlak yang mulia. Kemudian memberikan gambaran etika kemanusian yang luhur dalam melaksanan semua tugas tersebut, sehingga membezakan manusia dari haiwan.

Kami akan berikan beberapa contoh tentang perkara keduniaan, serta sikap Islam terhadapnya.

1. Perang

Misalnya. Islam memberi garis panduan sebab-sebab kenapa perlu berperang, memerintahkan manusia untuk bersiap menghadapi peperangan, bersikap waspada terhadap musuh, serta menyiapkan segala kekuatan untuk itu. Seperti firman Allah SWT,

"Hai orang-orang yang beriman, bersiap-sedialah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! ". ( QS. An-Nisa: 71)

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu ". ( QS. Al Anfal: 60 )

"Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus". ( QS. An-Nisa: 102)
Dan sabda Rasulullah Saw:

"Ketahuilah, kekuatan adalah dalam memanah (menombak, menembak)." [Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dari hadits 'Uqbah bin 'Amir, dalam kitab Al Imarah dengan nombor: 1917]

"Barangsiapa telah belajar memanah [menombak, menembak] kemudian ia melupakannya, bererti ia telah kufur ni'mat." [Hadits ini diriwayatkan oleh Daud, An-Nasai, dan Hakim mensahihkannya serta disetujui oleh Adz-Dzahabi. Seperti tertulis dalam Al Mustadrak 2/95 dari hadits 'Uqbah bin 'Amir. Lihatlah buku kami: Al Muntaqa min at-Targhib wa at-Tarhib" juz 1 hal. 361-62]

"Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia berada di jalan Allah." [Hadits muttafaq alaih. Lihat: Al-Lu'lu wa al Marjan fima ittafaqa Syaikhan, Muhammad Fu'ad Abdul Baqi 1243, 1244. Yaitu dari hadits Abi Musa]

Serta memberikan landasan etika yang harus diikuti dalam berperang:

"Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas". ( QS. Al Baqarah: 190). Dalam hadits:

"Janganlah kalian bersikap tidak jujur (dalam masalah ghanimah), jangan pula berkhianat, dan jangan menghancurkan mayat musuh, serta jangan pula membunuh anak kecil ... dst." [Hadits diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Buraidah dalam kitab Al Jihad, no. 1331]

Sedangkan masalah macam senjata yang digunakan dalam berperang, cara membuatnya, serta bagaimana mempergunakannya dan lainnya, semua itu bukan urusan agama. Tetapi menjadi urusan dan tanggungjawab menteri pertahanan serta pimpinan angkatan bersenjata.

Pada suatu masa, senjata yang digunakan adalah pedang, tombak dan panah. Pada masa selanjutnya manjanik (alat pelontar batu dan bara api, penj). Kemudian berkembang menjadi senjata api dan mortar. Sementara pada masa berikutnya menggunakan bom dan peluru berpandu.

Pada suatu masa, tentera menggunakan kuda. Pada waktu lain menggunakan gajah. Dan pada masa berikutnya menggunakan kereta kebal, kapal terbang atau roket.
Tuntutan agama bagi peperangan pada era berkuda, sama dengan tuntutannya bagi peperangan menggunakan roket.

Tujuannya sama: iaitu untuk meninggikan kalimah Allah". Adabnya sama. Iaitu:

"... dan janganlah kalian berkhianat serta jangan pula menghancurkan mayat musuh."

"... dan janganlah kalian berlebihan, karena Allah tidak menyukai orang yang bersikap berlebihan".

Persiapan kekuatan semampu mungkin, bersikap waspada terhadap musuh, serta melatih umat, juga sama. Alat-alat dan kelengkapan dapat berubah, sementara ajaran dan tujuannya adalah tetap sama.

2. Pertanian

Contoh lain adalah pertanian.

Islam menggalakkan pertanian. Dan menjanjikan kepada para petani ganjaran yang paling baik di sisi Allah SWT

"Setiap muslim yang menanam suatu tanaman atau suatu tumbuhan, kemudian tanamannya itu dimakan oleh burung, manusia atau haiwan, maka itu akan menjadi sedekah baginya." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab Al Muzara'ah, dan oleh Muslim dalam kitah Al Masaqah, dari hadits Anas. Lihat: Al-Lu'lu wa al Marjan fima Ittafaqa Alaihi Asy-Syaikhan, Muhammad Fu'ad Abdul Baqi, juz 2 no. 1001]

Akan tetapi agama tidak turut campur untuk mengajarkan manusia bagaimana menanam, apa yang ditanam, bila menanam, dengan apa menamam, dan dengan apa mengairi tanamannya itu. Apakah dengan timba, atau dengan alat mekanik, dengan pengairan tradisional, dengan paip penyembur atau dengan cara yang lain.

Agama tidak turut campur dalam masalah ini dan bukan bidangnya. Ini adalah urusan kementrian pertanian dan institusi yang berkaitan!.

Alat pertanian telah berkembang dengan pesat. Dimulai dari alat pertanian yang ditarik kerbau menjadi mesin mekanik. Cara dan alat pengairanpun telah berubah, dari kincir yang berputar menjadi alat-alat mekanik moden. Dari pengairan dengan cara dialirkan menjadi kaedah penyemburan. Namun, itu semua tidak merubah sikap dan ajaran agama yang telah tetap.

3. Perubatan

Contoh lainnya, untuk menambah jelas, adalah tentang perubatan. Sejak zaman dahulu manusia memahami penyakit sebagai suatu takdir yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Dan, apa yang telah ditakdirkan oleh Allah pasti akan terjadi, dengan demikian apa manfaat berubat? Nabi SAW. memperhatikan hal ini, dan menjelaskan kepada manusia bahwa penyakit adalah dari Allah, dan ubat juga dari Allah SWT

"Wahai hamba Allah: Berubatlah, karena Allah tidak hanya menurunkan penyakit, namun juga menurunkan ubat. Kecuali bagi satu penyakit ini: Tua." [Hadits diriwayatkan oleh Ahmad dan penulis kitab sunan yang lain, serta Ibnu Hibban dan Hakim dari Usamah bin Syarik. Seperti terdapat dalam kitab Al Jami' Shagir wa Ziadatuhu, no. 9734]

"Allah tidak hanya menurunkan penyakit, namun juga menurunkan ubat." [Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Ibnu Majah dari Ibnu Mas'ud, seperti tertulis dalam kitab Al Jami' ash-Shagir, no. 5558]

"Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian pada barang yang diharamkan atasmu." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Ibnu Mas'ud secara mauquf dan mu'allaq, dalam Ath-Thibb. Kemudian Ibnu Syaibah menyambungnya dan sanadnya sahih]

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang berubat: Apakah berubat akan merubah qadar yang telah ditentukan?. Rasulullah SAW. Menjawab:

"Ia juga termasuk qadar Allah.." [Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmizi dalam bab-bab Ath-Thib no. 2066, cet. Himsha, ia berkata: Hadits ini hasan. Juga ia tulis dalam bab Al Qadar, no. 2149.

Oleh Ibnu Majah dalam Ath-Thib no. 3437. Ahmad dalam Al Musnad 3/421. Serta Al Hakim dalam Al Mustadrak 4/199 dan 402 dan ia mensahihkannya. Dan Albani mensahihkan hadits ini dalam mentakhrijkan bukuku Musykilat Al Faqr Wa Kaifa 'Alajaha al Islam, no. 11]

Dengan demikian, segera dapat difahami, bahwa Rasulullah SAW. menganjurkan untuk memelihara kesihatan dan menjaganya dari seluruh penyakit. Karena kesihatan adalah bekal orang mu'min untuk berjihad dan untuk menunaikan kewajibannya kepada Rabb-nya, dirinya, keluarga dan masyarakat seluruhnya.

Sedangkan masalah ubat. Apa ubat itu? Bagaimana membuatnya? Dari bahan apa? Berapa ukurannya? Dan seterusnya... semua itu bukan urusan agama. Namun urusan dan tanggungjawab kementerian kesihatan serta institusi yang berkaitan.

Namun anjuran agama untuk berubat, serta tidak berubat dengan barang yang haram terus berlaku. Dan perintah untuk memelihara tubuh juga terus berjalan, tidak terhapus atau tergantikan.

Inilah pengertian dari hadits: "Kalian lebih tahu tentang urusan Kalian". Bukan maksudnya memisahkan agama dari kehidupan duniawi.

Wednesday, May 4, 2011

Perkara Yang Baik...

Perkara yang baik memang sukar...

Pun begitu, kita tidak boleh kecewa dengan mereka yang kebanyakannya mula berfikiran jahat akibat perbuatan jahat orang yang sebelumnya. Tidak ada lagi kebaikan melainkan apabila sesuatu datang kepada mereka pasti dengan tipu muslihat. Istiqamah merupakan jalan yang terbaik. Insya-Allah, akan terbuka juga pintu hati mereka untuk kembali bantu membantu dalam kerja kebaikan.

Apabila semua orang menjadi baik maka tiada lagi kejahatan atau sekurang-kurangnya orang-orang yang baik akan berhimpun bersama-sama orang yang baik juga maka kebaikan jugalah yang akan kita perolehi. Amin...!

Bacaan lanjut...

Wednesday, April 27, 2011

HEMODIALYSIS CENTRE


Y. Bhg. Tun/Toh Puan/Tan Sri/Puan Sri/Dato/Datin/Tuan/Puan,

DERMA PEMBINAAN PUSAT HEMODIALISIS PERTUBUHAN AMAL KITA KINTA PERAK

Salam sejahtera dan salam hormat. Perkara di atas dirujuk.

2. Pertubuhan Amal Kita Kinta Perak merupakan sebuah pertubuhan yang menjalankan kerja-kerja amal khususnya membantu pesakit buah pinggang untuk mendapatkan rawatan hemodialisis secara percuma. Berikut adalah petikan undang-undang pertubuhan untuk makluman Y. Bhg. Tun/Toh Puan/Tan Sri/Puan Sri/Dato/Datin/Tuan/Puan;


FASAL 4: TUJUAN/MATLAMAT
 
(1) Menjalankan kerja-kerja amal
(2) Menyediakan kemudahan dan memberi bantuan kepada pesakit-pesakit buah pinggang bagi mendapatkan rawatan hemodialisis.
(3) Mendapatkan sumbangan awam untuk tujuan (1) dan (2)

FASAL 6: SUMBER KEWANGAN
...
(7) Menerima sumbangan awam untuk tujuan seperti yang dinyatakan di dalam FASAL 4.

3. Merujuk kepada Fasal 4 perkara 3 dan Fasal 6 perkara 7 tersebut, untuk makluman atau seperti yang Y. Bhg. Tun/Toh Puan/Tan Sri/Puan Sri/Dato/Datin/Tuan/Puan sudah sedia maklum, perkara 2.2.11 dalam Garis Panduan Bagi Permohonan Untuk Kelulusan Di Bawah Subseksyen 44(6), Akta Cukai Pendapatan 1967, membolehkan sumbangan kepada tabung yang ditubuhkan atau akaun amanah bertujuan memberi bantuan kepada individu yang memerlukan rawatan perubatan bagi penyakit serius dikecualikan cukai.

4. Rujukan mengenai penyakit serius tersebut adalah seperti dalam Lampiran A, Jenis-Jenis Penyakit Kronik/Serius Yang Boleh Diberi Pertimbangan Bagi Maksud Seksyen 44(6), Akta Cukai Pendapatan 1967 - Perkara 4. Sakit Buah Pinggang Yang Kronik: Penyakit di mana kedua-dua buah pinggang telah gagal dipulihkan dan tidak boleh berfungsi lagi dan memerlukan dialisis renal dan pemindahan renal.

5. Sehubungan dengan itu kami ingin memohon derma atau sumbangan dari pihak Y. Bhg. Tun/Toh Puan/Tan Sri/Puan Sri/Dato/Datin/Tuan/Puan untuk bersama-sama kami menjayakan Pembinaan Pusat Hemodialisis tersebut. Maklumat mengenai pusat hemodialisis tersebut adalah seperti dalam Lampiran 1.

6. Bersama-sama ini disertakan Borang Sumbangan untuk rujukan dan tindakan selanjutnya.

Kerjasama dan sokongan serta keperihatinan dan sumbangan dari pihak Y. Bhg. Tun/Toh Puan/Tan Sri/Puan Sri/Dato/Datin/Tuan/Puan  amatlah diperlukan dan sangat dihargai.

Sekian, terima kasih.

“BERAMAL ADALAH AMALAN MULIA SESAMA INSAN”

Yang benar.

(Mohammad Riza bin Ahmad Hambadley)
Yang DiPertua,
Pertubuhan Amal Kita Kinta Perak
No. 11A Lorong Dewangsa 2,
31000 Batu Gajah, Perak Darul Ridzuan.

Derma di Talian Di Sini/Donate Online here...

a) RM 20.00 atau,
b) RM 50.00 atau,
c) RM 100.00 atau,
d) RM 1,000.00
  
Lampiran A - Senarai Penyakit Kronik
Lampiran 1;

Thursday, March 24, 2011

Masa Terus Berlalu...

Sudah dua tahun berlalu. Masa berlalu begitu pantas. Banyak perkara pahit manis dan suka duka yang berlaku sepanjang tempoh itu. Apa pun, adalah perlu untuk kita redha dengan apa yang pun berlaku. Yang baik jadikan pengajaran, yang buruk jadikan sempadan!

Koperasi Kinta Utama Perak Berhad telah pun berusia dua tahun. Ini Tahun yang ketiga. Kalau anak-anak, ia sudah pandai pun berlari, bermain dan membuat ibu ayah tersenyum dari masa ke masa. Pastinya Ko-KITA juga akan mula membuahkan hasil sekiranya ia pokok kelapa sawit. Dan hasilnya mungkin sudah dapat kita sama-sama rasa ketika ini.

Malangnya, harapan tinggal harapan, Ko-KITA masih merangkak-rangkak serta berjalan jatuh untuk terus maju. Tiada ramai yang peduli tentang kewujudannya. Mungkin masing-masing sibuk dengan agenda sendiri yang pastinya untuk memastikan kemandirian. Makan pun belum cukup, bagi yang telah cukup, mereka mahu lebih gemuk lagi. Mungkin.

Hakikatnya, kepentingan sendiri adalah lebih utama. Walaupun telah diceritakan dengan baik, namun kepentingan diri masih tetap menjadi penghalang. Soalan yang biasa adalah, “Lu Sapa?”. Atau kalau tidak terkeluar dari mulut, ia menjadi jebikan maut.

Soalnya, sehingga saat ini, masih belum ada lagi seruan yang serupa dengan apa yang dilaungkan oleh Ko-KITA ini.

“Seperti yang telah dimaklumi ramai, terdapat 5 teras yang diusahakan oleh Koperasi Kinta Utama Perak Berhad (KO-KITA) iaitu;

1. Hyper-market
2. Pembinaan Bangunan dan Rumah
3. Pusat Jagaan Harian Kanak-kanak dan Orang Tua
4. Penjualan Kenderaan
5. Tempat Pelaburan

Dengan berlakunya kelima-lima teras tersebut, maka perusahaan-perusahaan hiliran dan peluang pekerjaan akan terbuka luas selain menjanjikan pulangan pelaburan yang baik.

Hyper-market merupakan fenomena di abad ini. Dengan adanya Hyper-market tersebut, ahli-ahli bakal mendapat bekalan yang jauh lebih murah kerana kebanyakan barangan diperolehi terus dari kilang tanpa melibatkan orang tengah. Selain itu, barangan keperluan dapat kita import dari sumber yang lebih murah dan dijual menggunakan jenama sendiri. Kononnya kita import TV Plasma dari China pada harga RM 600.00 sebuah, dan menjual kepada ahli pada harga RM 1,200.00 secara ansuran sebanyak RM 100.00 sebulan selama setahun. Rata-rata, harga TV Plasma ketika ini adalah RM 1,600.00, maka ahli sudah dapat berjimat dan keuntungannya pula akan dapat dikongsi pada setiap akhir tahun kewangan. Begitu juga dengan barangan yang lain dan tidak lupa kepada ahli yang mempunyai produk sendiri, mereka juga boleh memasarkan produk mereka di Hyper-market ini.

Keahlian 10,000 orang yang diperlukan itu antara lain adalah sebenarnya untuk menjamin pasaran barangan yang sedia ada dan dalam perniagaan, pemasaran adalah sesuatu yang kritikal. Dengan adanya ahli yang membeli di Hyper-market kita sendiri seramai 10,000 orang dengan purata perbelanjaan RM 300.00 seorang setiap bulan, maka jumlah jualan bulanan akan mencapai RM 3 juta dan jualan setahun adalah RM 36 juta. Sekiranya keuntungan bersih yang dijangkakan adalah 3% maka jumlah keuntungan itu menjadi RM 1,080,000.00 (1.08 juta) setahun. Jika keuntungan ini dibahagikan kepada 10,000 orang ahli tadi, maka setiap orang akan mendapat RM 108.00 dan jumlah ini sebenarnya merupa pulangan sebanyak 108 % untuk setiap ahli yang hanya mempunyai saham minima sebanyak RM 100.00

Ya! Hanya RM 100.00 diperlukan sebagai saham minima dan RM 100.00 lagi sebagai Fi atau Yuran Masuk. Tiada yuran bulanan dan betul, Ko-KITA sebenarnya adalah sebuah koperasi yang lain!

Projek Bangunan dan Perumahan bakal dilaksanakan pada awal tahun hadapan. 300 unit rumah kos rendah sudah pun ada pembeli dan 300 unit lagi masih boleh ditempah. 122 unit rumah kos sederhana adalah juga masih dibuka untuk tempahan. Penjualan rumah-rumah ini juga akan dilakukan secara tanpa faedah, misalnya, rumah kos rendah yang berharga RM 42,000.00 ansurannya adalah sekitar RM 175.00 sebulan selama 20 tahun. Oleh kerana koperasi telah mendapat keuntungan semasa membuat rumah, maka tidak perlu lagi koperasi mengenakan faedah untuk bayaran ansuran rumah tersebut!

Pusat Jagaan Harian Kanak-kanak dan Orang Tua merupakan projek untuk orang-orang yang kita sayangi. Dengan adanya projek ini, anak-anak serta orang tua kita akan dijaga dengan lebih baik disamping caj perkhidmatan yang sesuai kerana perkhidmatan ini sebenarnya adalah milik kita sendiri. Anak-anak akan boleh kita tinggalkan di sana seharian sementara kita bekerja. Perkhidmatan shuttle untuk anak-anak yang bersekolah juga akan kita sediakan. Konsep rumah orang tua yang dicadangkan adalah dalam bentuk apartment dan studio apartment dengan kemudahan tempat ibadah dan riadah. Pusat kesihatan juga akan disediakan serta rumah tetamu untuk sanak saudara datang menziarah. Kita beli unit-unit ini dan kita sewakan kepada sebuah pertubuhan amal yang akan menguruskan penempatan orang-orang tua yang kurang bernasib baik. Hasil sewaan itu kita bayar ansuran rumah dan apabila kita sudah tua, jika mahu, kita pun boleh tinggal di situ percuma.

Penjualan Kenderaan dengan rundingan yang betul dengan pihak pengeluar bakal membolehkan Ko-KITA mendapatkan kenderaan tersebut pada harga kilang. Dengan menjual kenderaan tersebut pada harga pasaran, koperasi tidak lagi perlu mengenakan faedah keatas ansuran bulanan kerana sudah mendapat keuntungan semasa jualan. Ini menjadikan penjualan kenderaan ini benar-benar bebas riba.

Ko-KITA menjadi Tempat Pelaburan yang baik apabila semua perusahaan teras tersebut berjalan dengan baik. Selain mendapat kemudahan, ahli-ahli juga menikmati keuntungan tahunan dari setiap perusahaan dan perniagaan yang dijalankan oleh Ko-KITA. Sekiranya dividen dan bonus dikeluarkan sebelum hari raya, maka ahli-ahli bakal mendapat peruntukan tambahan untuk menghadapai musim perayaan tersebut.”

Perancangan yang teliti telah dibuat untuk merealisasikan semua rancangan ini. Pun begitu, tanpa sokongan dari orang ramai, semua rancangan ini akan kekal dalam bentuk tulisan tanpa dapat membantu sesiapa pun.

"Ya Allah, aku memohon pada Mu agar kami diberikan kekuatan untuk meneruskan perjuangan ini. Sesungguhnya kami ini hanyalah hamba Mu yang lemah dan tidak mempunyai daya untuk menjadikan sesuatu melainkan dengan izin Mu ya Allah! Bukakanlah pintu hati semua yang membaca blog ini agar dapat membantu menjayakan matlamat penubuhan Koperasi Kinta Utama Perak Berhad ini. Amin!"

Read more...